Tampilkan postingan dengan label alat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2016

Iklan produk air mineral yang keren kaya gini nih. Sebenernya iklan ini udah cukup lama, cuma baru inget, jadi baru diposting sekarang



Sekedar info, iklan ini mendapatkan penghargaan Gold Award pada London International Awards 2009 untuk Best Visual Effects, dan Guinness Book of World Records as most watched viral of all times
Read More..

Rabu, 25 Mei 2016

Bersepeda di jalan raya memang asik. Selain Membuat badan tetap Sehat kita jg mendapat pahala, karena setiap asap yang kita hirup dapat membersihkan bumi ini dari polusi. Resiko menabrak pun menjadi Kecil di banding kendaraan bermotor. Tapi sayangnya justru Resiko Tertabrak yang besar.

Saya yakin anda tau bagaimana situasi Jakarta sekarang. Banyak Motor lalu lalang gak karuan. dari motor 1 tak sampai 4 tak pun ada. dari pengemudi yang stres sampai Gila pun jg ada. Maka tak heran sering terjadi Kecelakaan yang justru dilakukan antara motor dengan motor. bahkan sepeda pun suka kena imbasnya.

Itulah yang membuat saya sangat berhati - hati ketika membawa sepeda. Apalagi ketika Malam hari.

Agar pengemudi kendaraan bermotor bisa melihat kita, wajib hukumnya bagi para pesepeda untuk mempunyai lampu belakang.

Bisa lampu yang hanya mengandalkan pantulan cahaya ( Saya menyebutnya Lampu kucing ) ataupun lampu yang bisa menyala menggunakan baterai (bukan Minyak tanah).

Tapi kalau mau lebih keren lagi anda bisa pakai tas ini.








Biasanya kan para pesepeda suka membawa tas untuk menyimpan segala hartanya seperti HP, Dompet, baju , dan Harta paling berharga yaitu air minum. Nah..karena itulah Tas ini di buat.

Penjelasannya.

Lee Myung Su Design Lab developed the SEIL bag (Safe Enjoy Interact Light), a bicycle backpack that has a integrated LED display that allows cyclists to display traffic signals as well as emotional responses for safer riding.

Usually, bicycle riders use pouch or backpack to carry wallet, mobile phone and water bottle. Bicycles riders’ backpack is a must-have item for outdoor activities. LED and flexible PCB applied Seil Bag is bicycle riders’ backpack for safe riding.

When a rider using hand-signal, the rider is riding bicycle with one hand. It can lead an accident. But this product provides safer and simpler control for bicycle riders. Seil Bag is designed to show left and right turn signal of a bicycle rider. Simply, controlling the detachable wireless controller enables various signals such as directional signals, emergency signal.
Untuk Penjelasan beserta Videonya bisa dilihat di alamat ini
http://laughingsquid.com/seil-bicycle-backpack-displays-traffic-signals-emotions/



Read More..

Selasa, 17 Mei 2016



Sebuah alat baru yang mungkin bisa membantu dalam hal negatif maupun positif.



Aplikasi ini diberi nama Paraben Porn Detection Stick (PDS) dan disimpan dalam piranti flash disk USB. Kehebatannya, program itu mampu mencari foto-foto porno yang ada disebuah komputer dengan cara yang tepat dan akurat.

Cara kerja aplikasi berdasarkan metode algoritma yang cukup kompleks. Lewat metode itu, PDS mampu menganalisa tesktur daging, kurva, muka dan bagian tubuh lain guna mencari foto-foto dan film beradegan syur. PDS ini memang sengaja dibuat dalam format USB guna memudahkan pengguna merazia banyak komputer.

Selain itu, bagi pengguna yang ingin mengoperasikan program tak perlu install namun cukup mengklik PornDetectionStick.exe lalu biarkan PDS menjalankan tugasnya. Cara kerjanya mirip fitur search pada windows, bedanya PDS secara otomatis mencari tanpa harus memberikan ciri-ciri file dan lainnya.

Seperti kemampuan piranti teknologi lain, PDS tidak memiliki akurasi hingga 100%. Walau demikian, tingkat kesalahan hanya 1%. Ini artinya, PDS cukup mumpuni untuk urusan mencari gambar maksiat dan file foto bahkan yang sudah terhapus sebelumnya.

Proses pencariannya pun cukup cepat. Dalam situs resminya, www.paraben.com, PDS hanya butuh 1.5jam untuk mencari 70.000 gambar dengan kapasitas hardisk 500 GB.

Sayangnya, sebagian dari kolektor film panas mungkin menyimpannya dalam sebuah file rahasia. Masalanya, cakupan PDS hanya mampu mendeteksi file-file terbuka alias tanpa ada aplikasi pelindung folder.

Dari segenap keterangan yang ada, PDS memang bermanfaat. Aplikasi ini pun cocok bagi orang tua yang ingin memastikan komputer anak-anak mereka bebas dari file porno. Paraben Porn Detection Stick dijual di pasaran dengan harga US$ 98.95 (sekitar Rp. 950 ribuan). (republika.co.id)



Jadi bagi yang punya File - file seronok berhati - hatilah menyimpannya. :))

Read More..

Minggu, 15 Mei 2016

Beberapa minggu yang lalu saya diberi tugas oleh dosen multimedia untuk membuat suatu aplikasi interaktif dengan flash yang isinya mengenalkan sebuah produk. Karena saya bingung ingin mengusung tema produk seperti apa, maka saya putuskan untuk mempromosikan sebuah obat yang bernama gantengin.









note : jika flash tersebut tidak muncul anda bisa melihatnya lewat link ini. Gantengin

Bagi anda yang sering berselancar di internet apalagi yang bermuka pas-pasan pasti tau dengan obat tersebut.

oya, Saya belum sempat berterima kasih kepada teman-teman saya yang sudah rela dan ikhlas dijadikan model produk obat yang gak jelas. Semoga mereka membaca artikel ini.

[BILL]
Read More..

Kamis, 05 Mei 2016


Read More..

Rabu, 30 Maret 2016

Jika anda sudah 17 tahun keatas dan Sudah siap, Silahkan buka. Jika tidak, Lebih baik jangan.






Kartu Ucapan



Sangat cocok digunakan untuk mengirim Ucapan Selamat misalnya Selamat ulang tahun, Selamat panjang umur atau Selamat tinggal.


Amplop



Gunakan amplop ini jika anda ingin melamar pekerjaan atau melamar kekasih anda 


Steples


Agar tampak indah steples di bagian matanya 


Faktur


Cover CD

Masukan CD kesayangan anda di sini.. 






Read More..

Senin, 21 Maret 2016

Read More..

Rabu, 16 Maret 2016

MALAM yang gerah terasa kian panas di gedung Bentara Budaya Yogyakarta. Sekat-sekat yang membujur-melintang di jelujur ruang menjadikan ratusan orang yang hadir begitu berjejal. Selasa malam 6 April 2010, duo kartunis paling populer dewasa ini di republik yang semrawut ini, Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad, menghelat pameran kartun. Memang, duet kartun karya mereka telah begitu ikonik di jagad kartun Indonesia sekarang, yakni Benny & Mice.

Yogyakarta menjadi kota ketiga dari pameran keliling mereka sebelum menuju ke Surabaya dan Denpasar, Bali. Sebelum mampir ke Kota Gudheg ini hingga 17 April, rangkaian pameran ini berawal di “markas besarnya” di Bentara Budaya Jakarta, dan lalu ke gedung Sudjatmoko, Solo. Menurut Direktur Bentara Budaya, Efix Mulyadi, inilah pameran besar yang pernah dilakukan oleh duet Benny & Mice. Dan seperti diduga, pengunjungpun begitu membludak di tiap perhelatan. Setidaknya seperti yang terlihat di Yogyakarta.

Pengunjung yang berkerumun di Bentara Budaya Yogyakarta di kesempatan ini terasa beragam. Tak seperti halnya pameran-pameran seni rupa yang acap digelar, kali ini gedung yang berada di Jalan Suroto 2, Kotabaru, Yogyakarta banyak dikunjungi oleh kalangan di luar “komunitas seni rupa”. Mereka yang telah karib dengan harian Kompas yang menjadi rumah induk dan membesarkan tokoh Benny & Mice banyak berhamburan datang. Tampaknya, inilah massa “real” Benny & Mice yang selama ini tersedot perhatiannya tatkala membaca menyimak polah-tingkah mereka di edisi hari Minggu di harian bertiras paling besar di Indonesia.

Titik menarik dari sosok Benny & Mice adalah kemampuan mereka untuk menertawakan diri sendiri. Mungkin ini juga bagian dari “ideologi” yang melekat dari para “dalang”-nya yang mengkreasi di balik kemunculan sang Benny & Mice. Publik—khususnya penyimak setia Benny & Mice—tentu telah mafhum atas hal yang menguat hingga menjadi ciri kartun ini, yakni sebagai representasi masyarakat urban (Jakarta) yang sering kali mengalami kejutan budaya (shock culture) ketika mendapatkan pengalaman atau sesuatu yang baru. Dalam budaya Jawa ada terminologi “aja gumunan, aja kagetan” yang dulu sering diungkapkan oleh Presiden Soeharto. Ungkapan ini seperti pengingat bahwa tidak sedikit masyarakat kita yang telah mengalami gegar budaya di tengah kerumun persoalan diri dan lingkungannya. Benny & Mice menjadi kasus kecil, dan mungkin menjadi cermin (kita) bersama: tiba-tiba menjadi shopaholic (gila belanja) atas sebuah barang dengan brand yang mendunia. Mereka kemudian dengan serta-merta membeli dengan mengatasnamakan keinginan (want), dan bukan karena bermuasal dari kebutuhan (need) mereka.

Kejutan budaya atau gegar budaya yang dialami oleh Benny & Mice terus-menerus di(re)produski mereka di Kompas tiap pekan. Dan selalu dengan kekonyolan yang mendekonstruksi logika, melebih-lebihkan (exaggeration) kenyataan, serta terkadang secara tidak langsung nyinyir dengan sebuah gejala baru yang terjadi dalam masyarakat. Dan di sinilah titik keistimewaan Benny & Mice: menjadikan wajah diri sebagai wajah sosial yang kompleks.

Pameran ini sesungguhnya “sekadar” menampilkan penampang dari keseluruhan wajah Benny & Mice yang telah ditampilkan sebelumnya di berbagai media: Kompas (edisi Minggu), buku-buku serial Benny & Mice yang telah diterbitkan secara berlimpah oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), dan media lain yang kebetulan masih di bawah satu atap, yakni grup Kompas Gramedia. Bagi penerbit KPG sendiri, sosok Benny & Mice telah menjadi salah satu tambang uang penting bagi mereka. Nyaris semua serial buku komik garapan Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad ini direspons dengan sangat bagus di pasar hingga berkali-kali mengalami cetak ulang. Fakta ini tentu sebuah fenomena dalam jagad kartun atau komik di Indonesia yang selama ini diasumsikan banyak tenggelam di belantara komik impor, khususnya manga Jepang yang kebanyakan (yang masuk di Indonesia) stereotipe (dan kebetulan juga dipopulerkan oleh penerbt Gramedia sendiri).

Maka, menyimak pameran ini akhirnya (lagi-lagi) “sekadar” memberi tips pengingat terhadap publik bahwa ada serentetan gejala sosial yang telah didokumentasikan secara kartunal atau komikal oleh duet kartunis ini. Dan KPG telah menjadi bidan yang baik untuk membantu melahirkan karya-karya tersebut. Kalau kemudian di bagian belakang gedung Bentara Budaya Yogyakarta ada satu meja pendek dengan setumpuk buku-buku tentang komik karya duet kartunis ini, jangan salahkan, karena itulah bagian yang integral dari pameran ini.

Sayang memang bahwa ikon Benny & Mice belum dieksplorasi secara penuh dalam pameran ini. Bahwa penyelenggara mencoba menyusun pameran ini dengan perangkat instalatif lewat upaya mengusung atmosfir tertentu yang telah menjadi kedekatan dari setting Benny & Mice, tentu patut diapresiasi. Namun totalitasnya tereduksi karena nyaris semua hadir secara artifisial, masih terlalu “rapi” dan kurang melekatkan subyek benda yang natural. Belum “Benny & Mice banget”.

Namun, apapun, publik kini bisa menyaksikan pencapaian karya dua kartunis lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini sebagai “produsen senyum dan gelak tawa” lewat bahasa rupa dengan Kompas Gramedia sebagai medianya. Ini menjadi menarik karena mereka juga besar dan berkibar bahkan tanpa bersentuhan dengan lembaga semacam Pakarti (Paguyuban Kartunis Indonesia). Lho, memang bisa apa Pakarti? ***

sumber : http://indonesiaartnews.or.id/newsdetil.php?id=53
Read More..

Kamis, 10 Maret 2016

Inilah alat - alat yang dibuat karena terinspirasi dari film Tron.

Baju motor


Jam tangan


Console game


Headphone


Keyboard + Mouse


Kamar hotel


Motor


Jaket hoodie


Papan skate



Flashdrive


Read More..